Karena bingung bukan kepalang, si Lalat pun memutuskan untuk bertanya pada ibu semut yang duduk di sebelahnya. “Maaf sebelumnya, apa kau tau namaku?” tanya si Lalat. Tetapi, tentu saja ibu semut tidak tahu. Ibu semut menyuruh si Lalat agar mencoba bertanya pada belalang di sebelahnya.
Si Lalat langsung terbang menghampiri paman belalang. Ia menanyakan pertanyaan yang sama pada paman belalang. Tetapi hal itu juga tidak membuahkan hasil. Paman belalang hanya menggelengkan kepala sebagai pertanda bahwa ia tidak tahu.
Paman belalang menyuruh si Lalat bertanya kepada bibi kupu-kupu, tapi bibi kupu-kupu pun tidak tahu. Melihat si Lalat yang putus asa, bibi kupu-kupu menyarankan lalat untuk bertanya kepada seorang bayi manusia karena mungkin bayi itu tau nama si Lalat. Mendengar ide tersebut si Lalat langsung menghampiri si bayi manusia. “Halo, bayi kecil yang manis.
Meskipun kita tidak pernah bertemu sebelumnya, apakah mungkin kau tau namaku?” Si Lalat merasa percuma bertanya pada bayi manusia karena tak mungkin ia tahu bahwa dirinya adalah lalat.
Tetapi kemudian… “La…la…la…”, ucap si bayi. Mendengarnya, si Lalat pun langsung membelalak bahagia. “Ah, iya benar sekali. Aku kan Lalat. Terima kasih bayi kecil yang lucu, kau telah membantuku mengingat namaku sendiri.” Si Lalat akhirnya kembali ke festival dengan perasaan gembira karena telah berhasil mengingat namanya sendiri.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar